PWI Goes to Campus! Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kebumen Dilatih Jadi Jurnalis dan News Anchor Handal
Puluhan mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan “PWI Goes to Campus” yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Kebumen pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 mahasiswa dengan menghadirkan dua narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia Kebumen, yakni Moch Hafied Abbul Aziz dan Tomy Fajar Pratama.
“Pengembangan softskill menjadi hal penting dalam peningkatan multidisipliner keilmuan dan keahlian. Kegiatan ini menjadi salah satu contohnya, hal yang sangat baik” Tutur Eko Priyanto, M.Kom. selaku Wakil Rektor II UMNU Kebumen.
Sedangkan dalam sambutan Pembina UKM Jurnalistik Ir. Aulia Rahmawati, M.P., C.Ed. menyampaikan peran UKM sangat penting dalam peningkatan kualitas diri. Beliau berharap juga teman-teman tidak berhenti di lingkup internal kampus, akan tetapi bisa ditambah dengan menjalin relasi keluar tingkat lokal, regional, bahkan tingkat nasional sebagai peningkatan UKM itu sendiri dan masing-masing mahasiswa.
Dalam sesi pertama, Hafid membawakan materi “Kelas Jurnalistik Dasar” yang mengupas secara komprehensif tentang dunia jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa jurnalistik merupakan kegiatan mengumpulkan, menulis, dan menyebarkan informasi yang faktual dan relevan kepada publik melalui berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun digital.

“Jurnalistik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai kontrol sosial dan pengawas kekuasaan,” jelasnya di hadapan peserta.
Hafid juga memaparkan berbagai jenis berita, mulai dari hard news yang bersifat mendesak dan faktual, hingga soft news dan feature yang lebih mendalam serta menggugah emosi pembaca. Ia menekankan pentingnya prinsip dasar dalam penulisan berita, seperti faktual, objektif, kredibel, dan menarik.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik wawancara yang baik, mulai dari persiapan, penggalian informasi, hingga etika saat berhadapan dengan narasumber. Tidak kalah penting, Hafid mengingatkan penggunaan rumus 5W+1H (what, who, when, where, why, how) sebagai dasar dalam menyusun berita yang utuh dan informatif.
Sementara itu, pada sesi kedua, Tomy Fajar Pratama membawakan materi tentang peran dan keterampilan seorang news anchor. Ia menjelaskan bahwa news anchor merupakan wajah dari program berita yang bertugas menyampaikan informasi secara jelas, objektif, dan menarik.
“Seorang news anchor harus memiliki komunikasi yang baik, artikulasi jelas, percaya diri, serta wawasan yang luas,” ungkapnya.
Tomy juga memaparkan berbagai teknik penting dalam membawakan berita, seperti phrasing, intonasi, hingga penguasaan suara yang meliputi volume, tone, dan ekspresi. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas, netralitas, serta profesionalitas, terutama dalam situasi siaran langsung yang penuh tekanan.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dunia jurnalistik sekaligus melatih keterampilan komunikasi, khususnya dalam penyampaian informasi secara profesional dan bertanggung jawab.
